Tampilkan postingan dengan label WooGyu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WooGyu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juni 2014

Lies




Judul               : Lies
Author            : Phicha Gyuzizi
Main Cast        : Nam Woohyun, Kim Sunggyu
Genre              : Romance, Angst (Maybe)

Warning          : ini ff YAOI kalo suka ya monggo di baca kalo gak suka ya udah kagak usah dibaca, banyak typo yang bertebaran dimana-mana, cerita agak gaje. Hihihihi
Ini FF terinspirasi dari salah satu movie Yaoi yang pernah Phicha liat. Hehehe.
Happy Reading ^^

Author P.O.V
“Semuanya sudah siap. Hahaha, sempurna!” ucap Sunggyu bersemangat. Pasalnya malam ini dia akan merayakan ulang tahunnya yang ke 23 dan sekaligus merayakan hari jadinya dengan Nam Woohyun yang ke 2 tahun ini.
Kue ulang tahun yang berukuran sedang telah siap di meja makan apartemen Sunggyu. Meja makan di Apartemen Sunggyu telah dia ubah sedemikian rupa hingga terlihat sangat cantik. Posisi kue berada di tengah-tengah meja makan, serta jangan lupakan sebotol wine juga tergeletak dengan indah di meja itu untuk menemani pesta yang telah disiapkan oleh Sunggyu.
“Sekarang sudah pukul 6. Masih ada waktu satu jam lagi sebelum Namoo datang, aku masih punya waktu untuk berdandan.” Pikir Sunggyu dalam hati.
Sunggyu bergegas menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Sunggyu mengacak-acak isi lemari pakaiannya. “Ah, aku pakai baju yang mana? Aku bingung!” Gerutu Sunggyu karena dia tidak tahu harus memakai pakaian seperti apa. *LoL*
Setelah beberapa menit Sunggyu mengacakacak lemarinya, akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan kaos putih V-neck yang dipadukan dengan cardigan warna biru muda dan celana panjang berwarna putih. “Huaaaah, perfect Gyu~ah, kau benar-benar terlihat sexy dan mungkin akan lebih sexy kalau rambutmu sedikit kau berantakkan seperti ini.” Ucap Sunggyu pada pantulan dirinya saat di depan cermin besar yang ada di dalam kamarnya.
~~~ Skip Time ~~~
Jam sudah menunjukkan pukul 8. Sudah satu jam Sunggyu menunggu kedatangan Woohyun. Sunggyu merenggangkan kedua tangannya untuk melepas rasa pegalnya karena dari tadi dia hanya duduk dan memandangi kue ulang tahunnya yang terlihat sangat antik itu.
“Namoo~ah, kau dimana? Sudah sejam aku menunggumu! Apa kau lupa? Bukankah kau sudah kuberitahu tadi pagi dan kau mengiyakannya. Apa kau terjebak macet di jalan?” gumam Sunggyu dalam hati. Pikirannya benar-benar melayang entak kemana. Karena tidak biasanya Woohyun terlambat selama ini.
Sunggyu meraih ponselnya yang tergeletak tidak jauh darinya. Perlahan tangannya mendial nomor Woohyun. “tuuuuut... tuuuuut... tuuuuuut...” Tidak ada jawaban dari pemilik ponsel yang ada di seberang sana. Nam Woohyun tidak mengangkat teleponnya. Sekali lagi Sunggyu menelpon Woohyun, tapi tetap saja tidak ada jawaban.
“Duaaaak.” Sunggyu meletakkan ponselnya kembali ke meja dengan kasar hingga terdengan bunyi yang amat keras.
Sunggyu mencoba menenagkan dirinya. Mencoba bersikap positif. Sunggyu menarik nafas perlahan dan mengeluarkannya lewat mulutnya. “Mungkin dia ada urusan mendadak dan akan datang terlambat. Aku akan menunggumu Namoo~ah. Aku harus sabar menunggunya.”

~~~ Flashback ~~~
“Gyuie, lihatlah kemari.” Teriak Woohyun dari arah belakang Sunggyu.
Sunggyu membalikkan badannya dan dengan cepat Woohyun mengambil gambar Sunggyu dari kameranya. “Hahahaha, Gyu, lihatlah posemu benar-benar sangat lucu. Coba kesini dan lihat ini.” Woohyun menarik tangan Sunggyu dan mensejajarkan posisi mereka dan Woohyun menunjukkan pose lucu Sunggyu.
“Namoo, hapus foto itu. jangan menyimpan fotoku yang seperti orang bodoh itu?” Ucap Sunggyu sambil mempoutkan bibirnya sehingga membuatnya terlihat sangat lucu.
“Klik. Klik. Klik.” Woohyun tidak mengindahkan permintaan Sunggyu dan dia malah dengan semangat memfoto Sunggyu pada saat Sunggyu sedang menmpoutkan bibirnya. “Kau terlihat jauh lebih manis dan sangat lucu saat mempoutkan bibirmu seperti itu. pertahankan posisimu Gyu~ah. Hahahahaha.” Kata Woohyun dengan sedikit menekankan nada suaranya.
“Yaaaaak. Kaaau. Nam Woohyun. Nappeunnn.” Sunggyu memaki Woohyun yang tidak henti-hentinya menggoda Sunggyu. Sunggyu berusaha mengambil kamera yang ada di genggaman Woohyun, namun sebelum dia benar-benar menggapai kamera itu, Woohyun sudah berlari menjauh meninggalkan Sunggyu agar kameranya tidak diambil oleh Sunggyu.
Sunggyu sedikit shock karena Woohyun tiba-tiba berlari. Namun, setelah beberapa detik dia sadar dan langsung mengejar Woohyun yang berlari menjauhinya. Woohyun berhenti di tengah hamparan rerumputan taman kota yang amat luas untuk sekedar melihat hasil jepretannya tadi. Sunggyu melihat Woohyun yang berdiri dengan posisi membelakanginya, dengan cepat Sunggyu Woohyun dan meraih kamera yang digenggam Woohyun.
“Hahahaha. Aku mendapatkannya. Aku akan menghapus semua fotoku yang kau ambil tanpa seijin dan sepengetahuanku Namoo~ah.” Ucap Sunggyu sambil berlari menjauhi Woohyun.
Tidak tinggal diam, sekarang giliran Woohyun yang mengejar Sunggyu. Karena memang Woohyun sangat ahli dalam bidang olahraga, dengan cepat Woohyun bisa menyamai lari Sunggyu dan segera menangkapnya.
“Hahaha. Kena kau Kim Sunggyu”. Woohyun menangkap Sunggyu dengan cara memeluk pinggang ramping Sunggyu. Karena kaget dengan gerakan Woohyun yang mendadak memeluknya, Sunggyu kehilangan keseimbangannya dan terjatuh dengan tidak etisnya di atas rerumputan. Dan karena Woohyun masih memeluk Sunggyu, dengan otomatis dia juga ikut tertarik dan terjatuh dengan posisi di atas badan Sunggyu.
Beberapa menit mereka masih asyik dengan posisi terjatuh mereka. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka berdua. Hanya suara debaran jantung mereka yang sangat cepat yang terdengar. Sunggyu memalingkan wajahnya ke kiri untuk menghindari tatapan mata Woohyun yang membuat wajahnya mendadak memerah bak tomat yang sudah matang.
“Gyu”. Suara Woohyun akhirnya memecahkan keheningan yang sempat mereka buat. Tanpa suara, Sunggyu hanya memalingkan wajahnya dan menatap manik mata indah Woohyun. “Gyu, aku mencintaimu. Nan, jeongmal saranghae”.
Perlahan Woohyun semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Sunggyu. Woohyun menempelkan dahinya dengan dahi Sunggyu. Woohyun kembali menatap manik mata Sunggyu. Hembusan nafas Woohyun yang menerpa kulit wajah Sunggyu semakin membuat debaran jantung Sunggyu tidak terkendali.
Sunggyu menutup matanya untuk mencoba menetralkan debaran jantungnya. Namun, sesaat Sunggyu kembali membuka matanya lebar saat dia merasakan ada benda kenyal lainnya yang menyentuh bibir sexynya.
Woohyun hanya menempelkan bibirnya dengan bibir Sunggyu. Namun setelah itu, Woohyun mulai menggerakkan bibirnya, mencoba untuk menyesap bibir bawah dan atas Sunggyu secara bergantian. Ciuman yang sangat lembut yang diterima oleh Sunggyu. Perlahan Sunggyu mulai membalas ciuman Woohyun dan mengalungkan tangannya di leher Woohyun.
Mereka mulai melepaskan ciuman memabukkan mereka karena mereka masih membutuhkan pasokan udara. “Manis. Rasanya sangat manis Namoo~ah, tidak ada yang berubah”. Ucap Sunggyu dengan nada malu-malu.
Woohyun hanya terkekeh pelan mendengar apa yang dikatakan kekasihnya itu. “Namoo~ah, kau berat, bisakah kau tidak menindihku seperti ini terlalu lama?” Pinta Sunggyu dengan mengeluarkan jurus aegonya yang mampu membuat siapa saja yang melihatnya meleleh seketika.
“Hehehehe, Mianhae, apa aku terlalu berat?” Jawab Woohyun sambil merubah posisinya. Woohyun menidurkan badannya di sebelah Sunggyu.
~~~ Flashback End ~~~
Sunggyu mengembangkan senyumnya saat mengingat kejadian satu tahun yang lalu saat dia dan Woohyun menghabiskan waktu liburan mereka. “Sudah sangat lama sekali kita tidak menghabiskan waktu liuran seperti itu lagi Namoo~ah”. Batin Sunggyu dalam hati. Perlahan senyumannya itu menghilang karena sekarang sudah hampir pukul 9 malam dan kekasih yang ditunggunya tidak kunjung datang.
Sunggyu masih dengan setia menunggu kekasihnya itu, meskipun sudah 2 jam Sunggyu menunggu. Sunggyu kembali melamunkan peristiwa-peristiwa menyenangkan yang dialaminya dengan Woohyun. Peristiwa yang paling membahagiakan baginya, karena di Korea ini hanya Woohyun yang dia punya. Keluarga Sunggyu sudah lama menetap di Jepang karena bisnisnya.
~~~ Skip Time ~~~
Sudah 4 jam Sunggyu menunggu. Tapi hasilnya tetap sama, kekasihnya tidak muncul-muncul. “Mungkin Namoo ada urusan mendadak jadi dia tidak datang. Gwaenchana Gyu~ah, kau bisa merayakan ulang tahunmu sendiri malam ini”. Batin Sunggyu yang menyemangati dirinya sendiri.
Perlahan Sunggyu menyalakan lilin yang menancap dengan sempurna di atas kue yang telah di buatnya. Sunggyu mulai menyatukan kedua tangannya dan memejamkan mata indahnya. Berharap saat dia membuka matanya, keajaiban datang dengan membawa kekasihnya duduk di depannya saat ini.
Sunggyu membuka matanya perlahan dan fantasinya mulai menghampirinya. Dia melihat bayangan Woohyun yang sedang tersenyum dengan sangat manis di depannya saat ini. Woohyun menyuruhnya meniup lilin dengan segera. Tanpa pikir panjang, Sunggyu meniup lilin itu dan seketika bayangan indah Woohyun lenyap bagaikan di telan bumi. “Haaah,  ternyata hanya halusinasiku saja. Aku benar-benar gila karenamu Namoo~ah”.
~~~ Skip ~~~
Sudah 3 hari Sunggyu tidak bertemu dengan Woohyun. Telepon maupun SMS Sunggyu pun jarang di jawab. Jadi, malam ini Sunggyu berniat untuk mengunjungi apartemen Woohyun setelah pulang kerja untuk memastikan apakah Woohyun sedang dalam keadaan baik-baik saja. Raut kekhawatiran tidak pernah lepas dari wajah imutnya.
Sunggyu menunggu taxi di depan kantornya dengan tidak sabaran. Haizh, apa tidak ada satupun taxi yang lewat sini? Ya Tuhan, kalau saja mobilku tidak berada di bengkel saat ini, mungkin aku tidak akan menunggu taxy seperti ini. Membuang waktuku saja”. Umpat Sunggyu sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal.
Sunggyu mulai merasa bosan menunggu taxy yang tak kunjung datang. Sunggyu memutuskan untuk berjalan ke arah halte bus. “Mungkin akan lebih baik naik bus daripada menunggu taxy yang belum tentu ada”. Gumam Sunggyu.
Sunggyu memasang earphone di kedua telinganya sambil tetap melanjutkan langkahnya. Sesekali Sunggyu menyanyikan lagu yang didengarnya. Jarak halte dan kantor Sunggyu lumayan jauh, namun berjalan ke arah halte akan lebih baik daripada menunggu taxy yang tidak datang-datang, itu sama saja.
~~~ Skip ~~~
 “Akhirnya sampai juga. Haaah, Sudah pukul 10 malam, apa ini tidak terlalu malam berkunjung ke apartemennya?” Batin Sunggyu. “Haizh, tidak apalah, lagian sudah terlanjur disini, masak harus pulang begitu saja”.
Sunggyu menekan bel apartemen Woohyun, namun tidak ada sahutan dari dalam. “Apa dia tidak ada di rumah?” Pikir Woohyun. “Apa aku langsung masuk saja? Mungkin saja dia sedang sakit dan saat ini sedang tertidur”.
Tanpa pikir panjang, Sunggyu langsung menekan angka 3006 yang digunakan sebagai password apartemen Sunggyu. “ternyata masih sama. Kau tidak merubah passwordnya”. Ucap Sunggyu dengan senang. Sunggyu melangkahkan kakinya memasuki apartemen Woohyun yang luas. Suasanya apartemen Woohyun sangat sepi. “Sepertinya tidak ada orang”. Gumam Sunggyu.
Saat Sunggyu akan melangkahkan kakinya meninggalkan apartemen Woohyun, samar-samar Sunggyu mendengar suara yang sangat aneh dari kamar Woohyun. Sunggyu berjalan mendekati kamar Woohyun. Suara-suara aneh itu semakin terdengar dengan jelas dan membuat Sunggyu semakin penasaran.
Sunggyu perlahan membuka sedikit pintu kamar Woohyun dengan pelan untuk mengintip kondisi kamar Woohyun. Mata sipit Sunggyu seketika membulat dengan sempurna saat melihat kekasih yang sangat dia cintai melakukan this and that dengan seorang yeoja yang tidak dikenalnya.
Air mata perlahan mengalir membasahi pipi chubbynya. Sunggyu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sunggyu membat di tempat itu. kakinya serasa susah sekali digerakkan. Isakan tangis Sunggyu yang semakin keras membuat sang namja yang bernama Woohyun itu menoleh ke sumber suara. Mata mereka bertemu.
Sama dengan Sunggyu, Woohyun tidak dapat berbuat apa-apa. Seakan tubuhnya membeku dengan seketika. Sunggyu mencoba menggerakkan kakinya meninggalkan apartemen Woohyun dengan segera. Tidak ingin melihat pemandangan menyakitkan itu terlalu lama.
Woohyun tidak bergerak sedikitpun. Dia tidak berusaha mengejar Sunggyu dan menjelaskan semuanya. Seolah dia tidak peduli dengan perasaan Sunggyu sama sekali.
Sunggyu menghentikan sebuah taxy dengan cara berhenti di tengah jalan raya. Sunggyu seakan tidak peduli lagi dengan nyawanya saat ini. Hatinya begitu hancur melihat satu-satunya orang yang dianggapnya paling penting di dunia ini mengkhianatinya seperti itu.
~~~ Skip ~~~
Apartemen Sunggyu
Sunggyu menangis sesenggukan di dalam kamarnya. Tangisnya tidak dapat ia tahan, kejadian ini terlampau menyakitkan untuknya. Sunggyu berjalan menuju meja kerjanya yang berada tidak jauh dari posisinya. Sunggyu melihat-lihat fotonya bersama dengan Woohyun yang terjejer rapi di atas meja kerjanya. Foto-foto yang menunjukkan kebahagiaan yang mereka alami saat itu.
~~~ Flashback ~~~
Woohyun menaiki panggung yang biasanya sudah disediakan oleh sebuah cafe. “Ehm, selamat malam semuanya, disini aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang yang sangat spesial bagiku. Seseorang yang telah mencuri hatiku. Aku harap kau menyukainya Kim Sunggyu”. Kata Woohyun dengan penuh percaya diri. Sorak sorai serta tepuk tangan pengunjung cafe pun terdengar sangat ramai. Mereka memberi semangat kepada Woohyun.
Woohyun menyanyikan sebuah lagu dari Infinite yang berjudul I Like You. Sunggyu benar-benar seperti dibawa melayang terbang ke angkasa. Hatinya sangat berbunga-bunga saat ini. Woohyun, namja yang disukainya ternyata juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya.
Tepukan tangan dari pengunjung semakin meriah saat Woohyun mengakhiri lagunya. “Kim Sunggyu, will u be my boyfriend?” tanya Woohyun masih dengan senyum indahnya. “Majulah ke depan kalau kau menerimaku dan apabila kau menolakku, kau bisa berjalan meninggalkan tempat ini”. Lanjut Woohyun.
Sunggyu masih menstabilkan debaran di jantungnya. Dia berdiri dari posisi duduknya. Perlahan kakinya berjalan mendekat ke arah Woohyun. Sunggyu tidak akan menyia-nyiakan pernyataan cinta Woohyun saat ini. Sunggyu sangat mencintai Woohyun jadi tidak ada alasan baginya untuk menolak.
Woohyun merentangkan kedua tangannya dan dengan segera disambut oleh Sunggyu. Sunggyu langsung menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik Woohyun, mencoba menutupi rasa gugupnya dan menutupi wajahnya yang memerah saat ini. Semua mata pengunjung tak pernah melewatkan setiap moment yang Sunggyu dan Woohyun berikan. Seakan para pengunjung sedang melihat sebuah potongan drama yang sering muncul di televiisi.
~~~ Flashbak End~~~
“Hiks.. hiks.. hiks..” Suara tangis Sunggyu masih mendominasi ruangan kamar Sunggyu. “Namoo~ah, tidak pernahkah kau berfikir seberapa berartinya dirimu bagiku? Tidakkah kau tahu kalau aku sangat membutuhkan kehadiranmu? Disaat aku jauh dari keluargaku, hanya kau yang kupunya, tapi kenapa kau tega melakukan hal menyakitkan ini padaku?? Aku bisa memaklumi sikapmu yang terkadang membuatku jengkel, aku juga tidak pernah mengeluh jika kau datang terlambat! Aku juga tidak marah saat mengetahui kau telah berbohong padaku?? Aku mengabaikan itu semua karena aku sangat mencintaimu Namoo~ah? Sangat mencintaimu”. Ucap Sunggyu dengan menaikkan nada biaranya. Sunggyu terlihat sangat frustasi dengan masalah yang dihadapinya sekarang.
“Mengapa kau menyalah gunakan kepercayaanku padamu Nam Woohyun?? Wae????” Sunggyu berteriak dengan keras, mencoba meluapkan semua kekesalannya.
Sunggyu mengambil semua foto-foto yang ada di atas meja kerjanya. Mengeluarkan semua foto-foto itu dari bingkai yang membuat indah foto-foto itu. sunggyu mengumpulkan foto-foto kenangannya dengan Woohyun dan memasukkannya dalam sebuah kardus. Sunggyu mencoba mengambil pematik dari laci meja kerjanya. Menyalakan pematik dan membakar semua foto-foto kenangannya dengan Woohyun.
~~~ Skip ~~~
Woohyun terbangun dari tidurnya, dia sudah tidak melihat yeoja yang semalam bersamanya. Woohyun menatap miris dengan apa yang telah dia perbuat. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Woohyun merutuki kebodohannya. Woohyun meraih ponselnya yang tergeletak di laci samping ranjangnya, mencoba untuk menghubungi namjachingunya yang telah dia sakiti dan khianati. Namun tidak ada jawaban dari Sunggyu. Woohyun terus berusaha menelpon Sunggyu, namun hasilnya tetap sama.
~~~ Other Side ~~~
Bunyi getaran ponsel Sunggyu hampir tidak terdengar karena gemericik air dari shower kamar mandi Sunggyu lebih mendominasi. Kondisi kamar mandi Sunggyu saat ini benar-benar berantakan. Pecahan cermin berserakan di bawah lantai kamar mandi. Handphone Sunggyu juga tergeletak tidak jauh dari pecahan cermin itu.
Air dari shower yang tadinya berwarna bening itu perlahan berubah menjadi merah. Sunggyu, dia mencoba mengakhiri hidupnya saat ini juga di bawah guyuran air dingin yang keluar dari shower yang dia nyalakan. Pecahan cermin dijadikannya sebagai alat untuk memotong urat nadinya. Perlahan darah semakin mengucur dengan deras dari tangannya yang membuat kesadarannya semakin menghilang.
Getaran dari ponselnya tidak diindahkannya. Sunggyu tahu itu pasti dari Woohyun, tapi Sunggyu tidak mempedulikannya. Dia sudah lelah dengan semuanya dan sudah bertekat untuk mengakhiri semuanya.
“Nam Woohyun, jeongmal jeongmal saranghae”. Ucap Sunggyu dengan lirih sebelum kesadarannya benar-benar menghilang.

~~~ The End ~~~

A/N : finally selesai juga. Butuh perjuangan yang sangat keras demi menyelesaikan FF ini. Hihihihi. Kali ini bener-bener Angst yah? #LapIngus. Mian kalo ceritanya jelek. Mian juga udah bikin Gyuie jadi kayak gini #PelukGyuie. Gomawo buat semuanya karena udah mau baca FF Phicha yang aneh ini. Sekali lagi, gamsa-gamsa ~^^ #TebarSenyumNamoo

My Innocent Hyung




Author         : Phicha Gyuzizi
Leght          : Ficlet
Main Cast    : Nam Woohyun, Kim Sunggyu
Warning       : BL, Gaje, Typo... yang mau lanjut baca silahkan, yang gak mau ya sudah silahkan juga.. kkkk

Happy Reading ^^

“Namoo... kau sedang apa?” tanya Sunggyu penasaran. Karena sedari tadi Woohyun hanya melihat note kesayangannya itu.
“Ah, aku sedang menggambar sesuatu Hyung. Kau mau lihat. Tapi ini belum sepenuhnya jadi”. Woohyun menjawab pertanyaan Sunggyu dengan menyunggingkan senyum tipis.
“Coba aku lihat. Huaaaah, sepertinya aku pernah melihat siapa yang kau gambar Namoo. Tapi dimana yah? Dan kenapa begitu mirip denganku?” jawab Sunggyu polos.
“Dasar Hyung babooo.... jelas kau pernah melihatnya. Ini kan memang dirimu. Bodoh sekali kau ini. Ckckckck”. Ejek Woohyun. Woohyun memang sedang menggambar wajah manis nan imut Sunggyu karena dia sangat mencintai namja itu. meskipun sepertinya Sunggyu tidak menyadarinya karena kepolosan atau mungkin keluguannya.
“Ah, pantas saja. Kenapa kau menggambarku Namoo?” Tanya Sunggyu penasaran. Karena baru kali ini dia melihat Woohyun menggambar dirinya. Biasanya dia hanya menggambar sebuuah pemandangan saja.
“Karena aku menyukaimu”. Jawab Woohyun santai dan berharap Sunggyu dapat memahami setiap kata yang tadi diucapkannya.
“Menyukaiku? Aku juga menyukaimu”. Jawab Sunggyu semanis mungkin.
Woohyun kaget mendengar jawaban Sunggyu. Dia merasa senang karena Sunggyu juga menyukai dirinya sama halnya dengan dia yang menyukai Sunggyu.
“sebagai sahabatku”. Lanjut Sunggyu.
Woohyun hanya bisa menghela nafas panjang. Ternyata Sunggyu menyukainya hanya sebatas sahabat saja dan tidak lebih.
“Hyung, kalau aku menyukaimu melebihi sahabat? Apa kau tidak masalah?” tanya Woohyun gugup.
“lebih dari sahabat maksudnya? Apa seperti sepasang kekasih? Hahhahaha”. Jawab Sunggyu dengan tawanya yang sangat manis.
“Eum. Apa boleh?” kini Woohyun mulai menunjukkan ekspresi seriusnya.
“tapi kita kan sama-sama namja Namoo. Apa boleh seperti itu?” Sunggyu malah balik bertanya. Mungkin ini kesempatan emas untuk Woohyun agar bisa memajukan hubungannya dengan Hyung tercintanya.
“tidak ada yang tidak boleh Hyung. Kita juga tidak bisa mencegah datangnya cinta. Cinta bisa datang kepada siapa saja dan kepada siapa saja, sekalipun kita sama-sama namja”. Jawab Woohyun dengan jujur.
“sebenarnya aku... aku...”. Sunggyu ragu untuk mengungkapkan apa yang sedang ada di dalam pikirannya.
“Katakan saja Hyung. Tidak apaapa”. Woohyun mencoba untuk menenagkan Sunggyu. Dia menggeggam tangan indah Sunggyu, berharap bisa mengurangi kegugupan namja cantik dihadapannya.
“Eum sebenarnya aku, dari dulu juga menyukaimu melebihi dari sahabat. Mungkin bisa dibilang aku mencintaimu Namoo. Tapi kita sama-sama namja, jadi aku takut untuk mengatakannya. Aku tidak mau semua orang menganggapku memiliki peyimpangan seksual”. Sunggyu mulai berani mengutarakan perasaannya yang sebenarnya kepada Woohyun.
Woohyun hanya tersenyum simpul. Dia merasa sangat lega karena Sunggyu mau mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.
“Hyung, dengarkan aku. Jangan pernah takut atau sakit hati jika mendengar orang lain mengatakan kalau kau seorang homoseksual. Karena itu tidak benar”. Jawab Woohyun dengan tenang sambil memeluk tubuh gembul Sunggyu.
“Bukankah kalau sesama namja saling menyukai, maka mereka dinamakan sebagai namja yang homoseksual yah?” tanya Sunggyu polos. Keluguan dan kepolosan Sunggyu yang membuat Woohyun makin mencintai namja gembul itu. kepolosannya telah memikat hatinya saat pertama kali mereka bertemu.
“Tidak juga Hyung. Kau kan hanya menyukai dan mencintai namja  bernama Nam Woohyun kan?” Woohyun kembali menanyakan hal-hal yang semakin membuat Sunggyu bingung.
“Nde. Itu benar. Terus kenapa?” jawab Sunggyu.
“Jadi kau bukan seorang homoseksual, tetapi kau seorang Namooseksual. Karena kau hanya mencintai namja bernama Namoo saja kan? Bukan namja lain. Sama sepertiku, aku juga seorang Gyuieseksual”. Woohyun semakin aneh dalam menjawab pertanyaan Sunggyu. Entah apa yang sekarang ada di dalam otaknya sampai dia menjawabnya seperti itu.
“Ah. Apakah bisa dikatakan seperti itu”. Sunggyu mencoba mencerna sekali lagi pernyataan Woohyun.
Kepalanya dimiringkan dan jarinya diletakkan di bibirnya. Menambah kesan imut dirinya.
Woohyun sudah tidak bisa menahan sikap imut yang disuguhkan oleh Hyungnya itu. perlahan tangannya menarik tangan Sunggyu yang menyebabkan terlepasnya jari Sunggyu dari bibir tipisnya. Perlahan tapi pasti Woohyun mendekatkan tubuhnya semakin merapat dengan badan Sunggyu.
Tak terasa bibir keduanya sudah saling menempel. Tidak ada hisapan atau lumatan, mereka hanya saling menempelkan bibir. Jangan lupakan perubahan wajah Sunggyu yang sekarang seperti kepiting rebut dan mata segarisnya yang mengedip berkali-kali dengan sangat imutnya.
Setelah beberapa menit berlalu, Woohyun mulai menutup kedua matanya dan mulai melumat pelan bibir Sunggyu. Menyalurkan semua perasaan cintanya lewat sebuah ciuman yang sangant manis yang tengah dia lakukan dengan Sunggyu. Perlahan Sunggyu mulai membalas apa yang dilakukan Woohyun. Dia menirukan semua apa yang dilakukan Woohyun pada bibirnya. Hal ini semakin membuat Woohyun merasakan sensasi yang sangat berbeda dari sebelumnya. Setelah beberapa lama, akhirnya ciuman mereka terlepas. Keduanya masih membutuhkan pasokan oksigen untuk bertahan hidup.
“Namoo, jadi kalau aku mencintai Myungsoo juga, jadi aku seorang Myungieseksual. Begitukah?” Tanya Sunggyu polos. Sepertinya Sunggyu masih mengungkit apa yang tadi dikatakan oleh seorang Nam Woohyun.
“MWOOOO!!!!! ANDWAEEE!!!!! Kau tidak boleh melakukan itu. Karena Kim Sunggyu hanya boleh memiliki kelainan Namooseksual saja. Kau tidak bisa memiliki kelainan yang lain”. Jawab Woohyun makin asal. Dia sepertinya sudah mulai kehilangan jawaban untuk meyakinkan Hyung tercintanya itu.
“Ahhh, jadi aku hanya bisa mengidap kelainan Namooseksual saja. Okeh fix, Gyuie mengerti”. Sahut Sunggyu dengan riangnya bak anak kecil yang telah mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan dari segala keingintahuannya.
Woohyun hanya bisa tersenyum miris mendapati bagaimana keluguan dan kepolosan sang Namjachingunya sekarang. “tapi kepolosanmu yang membuatku semakin jatuh cinta padamu Hyung” batin Woohyun.
“Nam Sunggyu, jeongmal saranghae”. Ucap Woohyun dengan sangat keras dan mantap. Tangannya kembali mencoba merengkuh tubuh gembul Sunggyu ke dalam pelukan hangatnya.
“Nado Namoo. Nado saranghae”. Jawab Sunggyu sambil membalas pelukan sang pangeran hati.

~~~~~ The End ~~~~~

NB: hahahahaha... gaje kan storynya... tapi sekali lagi makasih buat yang udah mau baca. Jeongmal gomawo yorobun... #deepBow

If U Loved Me



Author            : Phicha Gyuzizi
Main Cast        : Nam Woohyun, Kim Sunggyu
Other Cast     : Infinite member, Boohyun
Warning          : BL, Typo, Gaje
Genre              : Maybe Angst

I’m back dengan ff gaje lainnya. Ini ff terinspirasi dari MV yang di peranin Hobaby. Kkkkk.. tapi gak semuanya mirip ama itu MV, Cuma idenya aja yang dari sana. baca ffnya lebih berasa juga kalau sambil denger lagunya Zia ft Lee Hae Ri – If U Loved Me..

Happy reading yeorobun


“Priitttttt....” Suara peluit pertanda pertandingan telah usai. Pertandingan basket ini lagi-lagi dimenangkan oleh tim Infinite dari kampus Woollim.
“Kyaaaaaa... Namoo!!!” Teriak namja cantik dari pinggir lapangan. Mendengar teriakan dari suara yang sudah hafal bagi telinganya, namja tampan yang bernama Namoo itu langsung berlari menuju sang namja cantik itu dan langsung memeluknya.
“Kau menang lagi Namoo, chukkaeyo. Kau memang kapten basket yang sangat hebat. Beruntung sekali aku memilikimu”. Ucap namja cantik yang bernama Kim Sunggyu itu sambil membalas pelukan sang kekasih.
“Gomawo nae chagi. Ini semua juga karena dukunganmu selama aku bertanding”. Balas Woohyun.
“Ehm.. ehm.. bisakah kalian tidak berlovey dovey disini?” intrupsi Dongwoo yang merupakan anggota tim basket Infinite yang juga sebagai sahabat Woohyun.
“Hehehehehe. Kalau didekat Sunggyu Hyung rasanya aku tidak bisa menahan diriku”. Jawab Woohyun dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Eiiii... dasar pervert”. Jawab Sunggyu dan langsung menggeplak kepala Woohyun.
“Kajja, kita pergi ke cafe untuk merayakan kemenangan ini. Yang lain sudah menunggu disana”. Dongwoo kembali berkata dan langsung menuju parkiran mobil untuk mengambil mobilnya.
Woohyun pun juga mengikuti Dongwoo dan tidak lupa menggenggam tangan Sunggyu agar ikut dengannya.

~~~~~~~

“Hyung, disini”. Teriak L sambil melambaikan tangannya saat melihat Woohyun, Sunggyu, dan Dongwoo yang sudah memasuki cafe.

Mereka bertiga langsung berjalan menuju arah sumber suara berasal. Sepertinya semuanya sudah berkumpul dan menikmati makanannya.
“Eoh, Sunggyu Hyung juga ikut”. Tanya Sungyeol yang merupakan manager tim basket.
“Haish, kau ini, jelas saja Gyu Hyung ikut. Dia kan belahan jiwa Woohyun Hyung. Mereka tidak dapat terpisahkan”. Jawab Hoya lebay.
“Kalian ini terlalu berlebihan”. Ucap L datar. “Jangan dengarkan mereka Hyung, mereka memang kurang kerjaan”. Imbuh L.
Sunggyu yang dibicarakan hanya bisa menundukkan kepalanya karena merasa panas dibagian wajahnya. Dia tidak ingin semuanya tahu kalau saat ini mukanya memerah.

~~~~~~~~~

Hubungan Sunggyu dan Woohyun sudah terjalin sangat lama. Saat mereka masih di high school. Sunggyu adalah sunbae Woohyun sekaligus kakak dari Kim Myungsoo yang juga sahabat Woohyun. Myungsoo awalnya tidak menyetujui hubungan mereka, tapi karena kesungguhan Woohyun akhirnya Myungsoo mengijinkannya. Meskipun Myungsoo sangat dingin tetapi sebenarnya dia sangat menyayangi hyung satu-satunya itu.

~~ Flashback ~~

“Myung, ada yang ingin aku katakan padamu”. Woohyun memulai bicaranya saat bel istirahat baru saja berbunyi. Murid-murid perlahan meninggalkan kelas menyisakan Woohyun dan Myungsoo.
“Masalah apa? Katakan saja”. Jawab L sambil kembali duduk di bangkunya, karena tadi dia ingin langsung ke kantin.
“Begini, sebenarnya aku...” Woohyun mulai gugup, suara bergetar. “Eum, itu, sebenarnya aku...” Lagi-lagi Woohyun tergagap dalam mengucapkan sesuatu.
“Kau ini kenapa sih. Kau seperti maling ayam yang ketahuan oleh pemiliknya”. L sudah tidak sabar lagi dengan tingkah Woohyun. Tidak biasanya sahabatnya itu seperti ini.
“Jangan marah yah Myung, sebenarnya aku..” Woohyun mencoba menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya, dan mencoba menyamankan dirinya. “Aku dan hyungmu, sebenarnya kami sudah menjadi sepasang kekasih”. Lanjut Woohyun.
“Jangan bercanda Nam. April mop masih sebulan lagi”. L tidak begitu saja mempercayai perkataan Woohyun, karena L tau kalau Woohyun sering sekali berdusta (?).
“Aku serius Kim. Kali ini aku jujur padamu. Aku dan Hyungmu berpacaran. Tanyakan pada Hyungmu kalau kau tidak percaya”. Woohyun mencoba meyakinkan L.
“Sudah berapa lama kalian memiliki hubungan?” tanya L serius. Kini L mencoba mempercayai Woohyun.
“Sudah hampir sebulan”. Jawab Woohyun singkat.
“Apa kau serius dengan hyungku? Kau tidak mempermainkannya kan?” tanya L menuntut.
“Kali ini aku serius Myung. Percaya padaku. Aku tidak akan menyakiti hyungmu. Kalau aku melakukannya, kau bisa membunuhku saat itu juga”. Jawab Woohyun mantap.

~~ Flashback End ~~

Woohyun dan Sunggyu saat ini sedang menikmati akhir pekan mereka di pantai. Senyuman tidak pernah luput dari wajah mereka. Mereka berlari kesana kemari seperti anak kecil. Setelah merasa lelah mereka berdua duduk di atas pasir. Tangan mereka tidak pernah lepas dari genggaman masing-masing.
“Gyuie”. Panggil Woohyun.
“Nde Namoo”. Jawab Sunggyu sambil menyamankan kepalanya di bahu Woohyun.
“Apa kau merasa senang hari ini?” tanya Woohyun sambil mengelus perlahan rambut Sunggyu.
“Hemmm. Aku sangat senang sekali. Sudah lama kita tidak melakukan kencan menyenangkan seperti ini”. Jawab Sunggyu riang. Senyumnya tidak pernah pudar sedari tadi.
“Gyuie, saranghae, jeongmal saranghae”. Ucap Woohyun sambil menolehkan kepalanya ke arah Sunggyu dan menatap kedua manik mata indah Sunggyu.
“Nado. Nado saranghae Namoo~ah”. Balas Sunggyu mantap.
Perlahan Sunggyu menutup matanya. Ia tahu apa yang selanjutnya akan terjadi, seolah dia mengijinkan Woohyun melakukan apapun yang diinginkannya.
Woohyun mendekatkan wajahnya ke arah Sunggyu. Woohyun mencium kening Sunggyu sangat lama, menyalurkan segenap rasa cintanya. Perlahan ciumannya turun ke kedua mata indah Sunggyu, di hidung lancip Sunggyu, dan kemudian di bibir tipis Sunggyu.
Setelah lama bibir mereka saling menempel, akhirnya Woohyun perlahan mulai menggerakkan bibirnya, melumat dengan halus bibir namja cantiknya itu, seolah itu adalah benda terapuh yang pernah ada. Sunggyu mulai membalas perlakuan Woohyun. Mereka berciuman dengan sangat mesra di pinggir pantai yang entah kenapa sedari tadi sangat sepi sekali.
Lenguhan Sunggyu terkadang terdengar di telinga Woohyun, dan hal ini mampu membangunkan koala yang sedang tertidur. Ciumanan yang awalnya sangat perlahan dan terkesan hati-hati berubah menjadi ciuman yang sangat menuntut. Woohyun sepertinya mulai kehilangan kendali atas dirinya. Ditidurkannya tubuh gempal Sunggyu di atas pasir tanpa melepaskan ciuman mereka dan memposisikan dirinya di atas tubuh Sunggyu.
Sunggyu hanya bisa pasrah dengan perlakuan Woohyun, karena tubuhnya terasa kelu atas perlakuan intens Woohyun. Tangan kanan Woohyun yang awalnya melingkar di tengkuk Sunggyu, kini mulai beralih ke arah dada Sunggyu. Mecoba membuka beberapa kancing kemeja Sunggyu. Woohyun menyusupkan tangannya kedalam kemeja Sunggyu dan mulai bergerilnya di dalam sana. Sunggyu hanya bisa mendesah tertahan karena perlakuan Woohyun.
Kegiatan intim mereka mendadak terhenti karena dengan tidak sopannya hujan mulai turun dengan deras. Woohyun memutuskan ciuman mereka dan mulai bangun dari posisi tidurnya. Menarik tangan Sunggyu agar ikut terbangun dan membawanya berlari menuju ke mobil Sport merah Woohyun yang terparkir tidak terlalu jauh dari mereka.
Sesampainya di dalam mobil, Sunggyu hanya menundukkan wajahnya malu. Woohyun hanya tersenyum tipis karena sikap malu-malu kekasihnya itu. woohyun perlaha mendekatkan dirinya ke arah Sunggyu.
“Ap...paa yang akan kau lakukan Namoo?” ucap Sunggyu gugup.
Woohyun tidak menjawabnya, dan masih saja mendekatkan dirinya ke arah Sunggyu. Perlahan mata Sunggyu terpejam. Dia terlalu gugup.
“Kenapa kau menutup matamu Honey?” tanya Woohyun dengan senyum manisnya. Tangan Woohyun perlahan mengancingkan kembali kemeja yang dipakai Sunggyu. “Aku kan hanya ingin mengancingkan kembali kemejamu. Apa kau menginginkan sesuatu yang lain?” tanya Woohyun penasaran.
“Ah.. aniyoo. Aku tidak berpikiran macam-macam Namoo”. Jawab Sunggyu cepat.
“Hahahahha, jeongmal honey?” ucap Woohyun. Setelah selesai mengancingkan kembali kemeja Sunggyu, tidak lupa Woohyun mengecup bibir Sunggyu sekilas dan kembali ke posisinya. Hal ini membuat mata Sunggyu membesar seketika tapi malah membuatnya terlihat sangat lucu.
“Hujannya tidak mungkin akan reda. Kita kembali sekarang”. Kata Woohyun. Sunggyu hanya menganggukkan kepalanya.
Perlahan mobil sport merah itu pergi meninggalkan pantai. Mobil sport itu melaju dengan cepat. Tidak memperdulikan jalanan yang licin karena hujan. Karena tujuan awalnya hanya ingin cepat sampai di apartemennya. Sunggyu terlihat sedang tertidur di sebelahnya. Woohyun hanya tersenyum memandang malaikatnya yang sedang tertidur itu. karena terlalu asik memandang wajah Sunggyu, Woohyun tidak menyadari kalau laju mobilnya sekarang tidak pada jalur yang benar. Mobil Woohyun melaju dengan kencang di jalur yang berlawanan. Dan disaat bersamaan, ada mobil truk yang berjalan dengan cepat dari arah yang berlawanan.
“Tiiinnnnn. Tinnnnn... tinnnnnn”. Suara bel dari mobil truk yang melaju sangat kencang itu menyadarkan Woohyun. Namun, karena laju masing-masing kendaraan yang terlalu kencang, kecelakaan tidak bisa dihindari. Woohyun membanting mobilnya ke arah kanan dan berakhir menabrak sebuah pohon.

~~~~~

Woohyun dan Sunggyu dirawat di kamar yang bersebelahan. Beruntung mobil Woohyun dirancang dengan sangat apik, dan ketika terjadi kecelakaan muncul pelampung yang menyelamatkan mereka dari benturan. Hanya saja mereka mengalami luka akibat pecahan kaca depan mobil.
Setelah seminggu dirawat di Rumah sakit, WooGyu diperbolehkan untuk pulang. Mereka mulai menjalani aktifitas mereka seperti biasa. Woohyun dengan tim basketnya dan Sunggyu dengan kegiatan musikalnya di kampus.

~~~~~~~~

Woohyun akhir-akhir ini merasakan hal aneh di kedua matanya, terkadang dia merasa tidak bisa melihat dengan benar. Sama halnya dengan saat ini, saat dia sedang berlatih basket sendirian, dia ingin memasukkan bola ke dalam ring, tapi dia tidak bisa. Padahal ini adalah hal yang sangat mudah dilakukannya. Ini karena penglihatannya yang mendadak pudar.
Woohyun sangat frustasi dengan hal ini. Pasca kecelakaan yang dialaminya menyebabkan dia menjadi seperti ini. Woohyun mencoba mengambil bola basketnya dan melemparkannya asal karena rasa kesalnya.

~~ flashback ~~

Beberapa hari setelah pandangannya mendadak mengabur, Woohyun pergi ke rumah sakit seorang diri untuk menemui dokter yang tidak lain adalah kakaknya sendiri. Woohyun ingin berkonsultasi tentang masalahnya. Dia tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkannya terjadi. karena kedua matanya sangatlah berharga. Dengan kedua matanya dia mewujudkan mimpinya sebagai pemain basket profesional.
“Hyung, pandangan mataku akhir-akhir ini sering mengabur? Apa yang sebenarnya terjadi padaku?” tanya Woohyun pada Boohyun kakaknya.
“benarkah? Aku tidak tahu kalau akan secepat ini terjadi”. ucap Boohyun sedih. Dia sebenarnya mengetahui hal ini memang tidak akan lama terjadi.
Woohyun hanya memandang Boohyun tidak percaya, apa yang sebenarnya terjadi padanya. Bahkan kakaknya saja sudah tahu, tapi kenapa dirinya tidak.
“Hyung, apa yang sebenarnya terjadi padaku?” tanya Woohyun penasaran.
“Sebenarnya, saat kau kecelakaan, kedua matamu terkena pecahan kaca. Dan juga sepertinya sudah merusak saraf penglihatan di kedua matamu”. Jawab Boohyun dengan raut kesedihan.
“Apa bisa disembuhkan Hyung?” jawab Woohyun dengan raut yang sulit diartikan.
“Bisa, kalau kau mendapatkan pendonor mata yang cocok untukmu. Aku sudah mencoba mencarikannya untukmu. Bersabarlah”. Ucap Boohyun menenangkan dongseng kesayangannya itu.
“Hyung, apa aku akan menjadi buta kalau aku tidak segera mendapatkan donor mata itu”. tanya Woohyun, kali ini suaranya terdengar bergetar. Woohyun mencoba tegar dengan semua yang menimpa dirinya.
“Nde, seperti itulah. Bersabarlah Hyun. Hyung akan segera mencarikan donor mata untukmu”. Kali ini Boohyun berdiri dan melangkah mendekati dongsengnya dan memeluknya erat. Mencoba memberikan kekuatan kepada adiknya itu. Woohyun yang diperlakukan seperti itu mendadak tidak bisa menahan laju air matanya. Dia menangis dipelukan sang kakak.
~~ flashback end ~~

Woohyun menangis mengingat semua itu. Woohyun menangisi apa yang dialaminya. Kenapa dia harus mengalami semua ini.

~~~~~~~~~~

“Namoo, ayo kita bermain game itu, kau kan kapten tim basket dan pastinya kau bisa melakukannya kan? Dapatkan boneka hamster itu untukku yah?” ucap Sunggyu semangat. Saat ini mereka sedang berkencan dan Sunggyu menginginkan boneka hamster yang akan didapat kalau dia berhasil menembakkan panah tepat di balon kecil yang ada di ujung sana. Game yang sangat mudah kalau saja kondisi Woohyun baik-baik saja.
Woohyun mencoba mengarahkan panah itu ke balon hijau kecil itu. namun, berkali-kali dia gagal. Pandangannya mendadak mengabur. Sunggyu tidak menyadari hal itu, dia malah merebut panah yang dipegang Woohyun dan mencoba menembakkannya tetapi gagal. Akhirnya Sunggyu menyerah.
“Ternyata sulit juga. Kau saja yang kapten tim tidak bisa, apalagi aku. Sudahlah, kita pulang saja Namoo”. Sunggyu mengajak Woohyun pulang. Dia merasa kesal karena tidak mendapatkan boneka hamster itu. Woohyun hanya tersenyum tipis melihat tingkah kekanakan kekasihnya.
“Mianhae Gyuie, aku tidak bisa memberikan bonekanya untukmu”. Ucap Woohyun dengan raut sedih. Dia saat ini merasa tidak berguna lagi bagi Sunggyu.
“Gwaenchana Namoo. Itu memang sangat sulit sekali. Ahjussi yang menjaga stand game itu yang keterlaluan. Haish, dia mendapatkan keuntungan banyak kalau permainannya seperti itu”. sekarang Sunggyu malah menyalahkan ahjussi yang memiliki stand game itu. woohyun hanya tertawa melihat kekasihnya itu.

~~~~~~~

Seperti biasa, Woohyun berlatih basket sendirian di lapangan basket daerah dekat apartemennya. Pandangan matanya semakin lama semakin mengabur. Pandangannya mendadak menjadi gelap. Woohyun tidak bisa melihat apa-apa lagi saat ini. Dia mencoba meraba-raba sekitarnya, berusaha mencari pegangan untuk dirinya. Dia merasa sangat ketakutan, saat ini dia benar-benar tidak bisa melihat apa-apa. Karena dia tidak kunjung menemukan pegangan, akhirnya dia terjatuh dan duduk dengan melipat kedua lututnya. Menenggelamkan kepalanya dan menangis sekencang-kencangnya. Dia ingin meluapkan perasaannya saat ini.
Tidak jauh dari tempat Woohyun berdiri, seorang namja cantik melihat apa yang terjadi pada Woohyun. Dia menggunakan telapak tangannya demi meredam tangisnya saat melihat kekasihnya mengalami hal yang sangat tidak ia duga.
Sunggyu beberapa hari yang lalu bertemu dengan Boohyun, kakak Woohyun. Boohyun meminta Sunggyu untuk menjaga Woohyun. Sunggyu tidak mengerti mengapa Boohyun meminta itu, karena Boohyun tidak mengatakan alasannya. Dan sekarang Sunggyu mengetahui semuanya. Alasan mengapa Boohyun memintanya menjaga Woohyun. Kini semuanya terjawab sudah.
Perlahan Sunggyu mendekati Woohyun yang masih menangis di tengah lapangan basket. Sunggyu sudah meredam isak tangisnya. Dia berusaha kuat dihadapan Woohyun. Dia tidak ingin membuat Woohyun menjadi cemas akan kondisinya sekarang.
“Namoo~ah”. Sapa Sunggyu pelan sambil memegang bahu Woohyun yang masih bergetar.
“Gyuie”. Woohyun berbalik dan langsung memeluk tubuh Sunggyu. Dorongan kuat dari Woohyun membuat badan Sunggyu sedikit oleng. Namun Sunggyu masih bisa menahannya.
“Namoo, gwaenchana”. Sunggyu menepuk-nepuk punggung Woohyun, menguatkan kekasihnya.
“Gyu, aku tidak bisa melihat apapun sekarang, aku takut. Aku tidak bisa melihat wajahmu lagi, aku tidak bisa melihat senyummu lagi. Eottokhe. Aku takut”. Woohyun mengatakan semuanya dengan air mata yang masih mengalir di wajah tampannya. “Aku takut Gyu, aku takut”. Woohyun semakin menangis histeris di pelukan Sunggyu.
Sunggyu yang tadinya berusaha tegar dihadapan Woohyun, kini sudah tidak bisa lagi. Dia sudah tidak kuat menahan air matanyanya yang semakin lama semakin menumpuk di matanya. Sunggyu ikut menangis sambil memeluk Woohyun.
Sunggyu perlahan melepaskan pelukan mereka. Menggenggam kedua tangan Woohyun dengan tangannya, mengarahkan kedua tangan mereka ke wajah Sunggyu.
“Namoo.. kau bisa merasakannya dengan kedua tanganmu dan juga hatimu. Meskipun kau tidak bisa melihatku dengan kedua matamu lagi, tapi kau masih melihatku dengan mata yang ada di dalam hatimu. Kau juga bisa merasakannya dengan kedua tanganmu”. Sunggyu mengucapkan semuanya dengan air mata yang masih mengalir di kedua pipinya.
“Ini kedua mataku, kau bisa merasakannya kan? Ini hidung mancungku yang selalu kau sukai, ini kedua pipi chubbyku yang selalu kau cubit gemas, dan ini...” Sunggyu serasa kelu mengucapkan semuanya. Perasaan Sunggyu sekarang benar-benar pedih melihat kekasihnya seperti ini. Kenapa bukan dirinya yang mengalami semuanya, kenapa harus Woohyun. “ dan ini bibirku yang selalu mengucapkan kata cinta untukmu. Kau bisa merasakannya kan?” ucap Sunggyu dengan sedikit bergetar.
“Gyuie”. Woohyun hanya bisa semakin menangis. Dia tidak tahu harus bersikap seperti apa. Ternyata Sunggyu memang seperti malaikat. Dia tidak meninggalkan dirinya yang menjadi seorang yang tidak berguna karena mengalami kebutaan.
“uljima Namoo. Uljima, jebal”. Ucap Sunggyu sambil kembali memeluk tubuh Woohyun.

~~~~~~~


Semenjak Woohyu mengalami kebutaan, Sunggyu selalu berada di samping Woohyun untuk menemaninya. Woohyun tidak lagi seperti dulu yang suka pergi keluar rumah. Saat ini, Woohyun lebih suka berdiam diri di dalam apartemennya dengan Sunggyu.
Woohyun sering memikirkan dirinya yang semakin lama semakin menyusahkan Sunggyu. Sunggyu jadi sering sekali menemaninya dan membuat Sunggyu mengambil cuti kuliahnya hanya karena mengurus dirinya. “Gyuie, aku sungguh merepotkanmu. Aku mendadak menjadi manusia yang sangat tidak berguna. Aku merepotkan banyak orang. Kenapa hidupku menjadi seperti ini, apakah aku membuat kesalahan yang sangat besar di masa lalu”. Woohyun berbicara sendiri dengan dirinya. Perlahan air mata turun di kedua pipinya.
Sunggyu yang melihat semuanya menjadi ikut sedih. Karena tidak bisa menahan isak tangisnya, akhirnya suara itu lolos begitu saja dari mulutnya. Karena tidak ingin membuat Woohyun semakin sedih, akhirnya dia berlari menjauh dan menuju dapur yang tempatnya jauh dari jangkauan Woohyun. Dia menumpahkan tangisnya disana.
Woohyun memang tidak bisa melihat, tapi dia bisa merasakan kehadiran Sunggyu tadi, dia tahu kalau Sunggyu tadi berada didekatnya. Woohyun perlahan berdiri dari duduknya dan meraba-raba sekelilingnya, dia mencari letak lemari pakaiannya. Setelah menemukannya, dia membukanya dan mengambil sebuah boneka hamster yang dulu sangat diinginkan Sunggyu. Dia belum sempat memberikannya kepada Sunggyu. Dia mengambilnya dan berjalan perlahan keluar kamarnya dan meletakkan boneka itu di sofa depan. Setelah meletakan boneka itu, dia berjalan keluar apartemennya. Entah apa yang sedang dipikirkannya sekarang, Woohyun hanya ingin pergi dan tidak ingin lagi merepotkan semuanya.

~~~~~~~

Sunggyu yang sudah tenang, ingin sekali kembali ke kamar Woohyun. Namun saat dia sudah di kamar Woohyun, kamar itu kosong, Woohyun tidak ada. Kemudian Sunggyu ke ruang tengah, dia menemukan boneka hamster yang diinginkannya waktu itu. bukannya tidak senang dengan boneka itu, tapi Sunggyu merasa ada yang salah disini. Dia menemukan boneka yang diinginkan tapi tidak menemukan Woohyun dimanapun. Sunggyu akhirnya keluar apartemen dan mencoba mencari Woohyun.
Ternyata diluar sedang turun hujan, Sunggyu tidak memperdulikan hujan, yang dia perdulikan saat ini hanya keselamatan Woohyun. “Namoo, aku mohon jangan bertindak bodoh”. Gumam Sunggyu dengan air mata yang sudah membasahi pipinya kembali. Air hujan menyamarkan air mata yang sedari tadi mengucur dengan deras.
Sunggyu tidak tahu harus mencari kemana lagi. Semua tempat sudah ia kunjungi, namun Woohyun tidak ada sama sekali. Saat melewati lapangan basket, Sunggyu melihat seorang namja yang sedang duduk bersandar di bawah ring basket. Sunggyu tahu, itu pasti Woohyun, dia berlari dengan sangat kencang agar cepat sampai disana.
Sunggyu langsung memeluk Woohyun dari belakang. Dia memukul-mukul Woohyun, mengeluarkan segala kekesalannya karena Woohyn membuatnya semakin khawathir.
“Kau, Nam... Kau jahat. Apa kau senang membuatku seperti ini. Kau senang membuatku khawatir seperti ini!” Bentak Sunggyu dengan suara yang sudah sangat serak karena terlalu sering menangis.”Kenapa kau diam saja. Jawab aku Namoo, apa kau ingin membuatku mati karena mengkhawatirkanmu? Jawab NAM WOOHYUN!” Sunggyu membalikkan badan Woohyun menjadi berhadapan dengannya. Sunggyu kembali memukul-mukul dada Woohyun sambil menangis pilu.
Woohyun menangkap kedua tangan Sunggyu yg berada di dadanya. Dia menarik Sunggyu dalam pelukannya. Woohyun ikut menangis karena kebodohannya. Lagi-lagi Woohyun melakukan tindakan yang membuat Sunggyu semakin khawatir.
“Mian.. Mian Gyu.. Mian” hanya itu yang bisa dikatakan Woohyun.
“Bodoh, kau bodoh. Kau tahu, kau itu bodoh sekali”. Sunggyu masih marah kepada Woohyun.
“Nde, aku memang bodoh. Mian Gyu. Mian”. Ucap Woohyun.

~~~~~~

Setelah sampai di rumah, Sunggyu membisikkan sesuatu di telingan Woohyun.
“Namoo, kau akan bisa melihat lagi nantinya, percaya padaku, tidak akan lama lagi”. Sunggyu mengucapkan itu dengan sungguh-sungguh.
“Gyu, benarkah? Apa ada pendonor mata untukku?” jawab Woohyun semangat. Dia tidak menyangka akan mendapatkan pendonor mata secepat ini.
“Nde, kita bedok ke rumah sakit nde? Sekarang istirahatlah”. Sunggyu menyuruh Woohyun mengistirahatkan badannya.

~~ flashback ~~

Sunggyu menangis di dapur karena tidak tega melihat kondisi kekasihnya. Namun suara ponselnya membuyarkan tangisnya.
“Yeboseyo”. Jawab Sunggyu
“Sunggyu~ya, aku sudah menemukan pendonor mata untuk Woohyun. Sampaikan padanya, dan besok kau antarkan dia ke rumah sakit. Semakin cepat semakin baik bukan?” ucap namja yang bernama Boohyun dari seberang telepon sana.
“Jeongmalyo Hyung? Apa semuanya benar?” tanya Sunggyu antusis.
“ini benar Gyu, cepat sampaikan kabar gembira ini pada Woohyun. Dia pasti sangat senang. Aku akan mempersiapkan jadwal operasi Woohyun untuk besok. Sunggyu~ya, terima kasih kau sudah mau menjaga dongsengku”. Boohyun mengakhiri panggilan  teleponnya.
Sunggyu hanya bisa semakin menangis. Bukan menangis sedih lagi, karena sekarang ia menangis bahagia.

~~ flashback end ~~

Saat ini Sunggyu dan bumonim Woohyun berada di luar ruang operasi menunggu Woohyun. Semuanya berdoa demi kelancaran operasi Woohyun. Lampu yang awalnya merah berubah menjadi hijau menandakan operasi sudah selesai. Boohyun keluar dari ruang operasi. Dia mengatakan bahwa operasinya berjalan dengan lancar. Woohyun akan segera dipindahkan ke kamar inap.
Seminggu sudah berlalu, dan waktunya perban di kedua mata Woohyun akan dibuka. Semuanya sudah berkumpul untuk menyambut Woohyun dengan mata barunya. Mereka sangat senang karena Woohyun akan dapat melihat lagi.
Boohyun perlahan membuka kain perban itu, kedua kapas yang menutup kedua mata Woohyun perlahan dibuka. Woohyun mengedip-edipkan matanya mencoba merasakan kembali penglihatan yang sudah beberapa bulan menghilang.
“Woohyun~ah, kau bisa melihatku?” tanya Boohyun.
“Hyung, aku.. tidak bisa melihat”. Jawab Woohyun sedih. Jawaban Woohyun membuat Sunggyu dan keluarga Woohyun sedih. Sunggyu perlahan mengeluarkan suara tangisnya, Mrs. Nam memeluk Sunggyu, menenangkan calon menantunya itu.
“Benarkah? Apa kau tidak bisa melihat apapun”. Tanya Boohyun sekali lagi. Dia yakin kalau operasinya berjalan dengan baik. Tapi kenapa Woohyun tidak bisa melihat lagi.
“Nde Hyung, aku tidak bisa melihat Sunggyu tersenyum. Lihatlah, dia bahkan sekarang masih menangis”. Jawab Woohyun santai.
“Yaaak Nam Pabo”. Teriak Boohyun dan menggeplak kepala dongsengnya itu. dia dibuat jantungan dengan tindakan konyol dongsengnya itu.
“Nam Woohyun, apa kau mau membuat jantung Appa kambuh lagi?” tanya Mr. Nam serius.
“Mianhae Appa. Hehehehe”. Ucap Woohyun sambil mengeluarkan senyum bahagianya.
Sudah lama sekali semua orang yang ada disana tidak melihat senyuman Woohyun. Sunggyu langsung memeluk Woohyun. Memukul pelan dada Woohyun karena membuatnya menangis lagi.
“Mian Gyu. Mianhae baby”. Ucap Woohyun sambil mengusap-usap punggung Sunggyu.
“Ehm, kaliah harus segera menikah kalau terus seperti ini. Eomma tidak mau kalau Sunggyu hamil diluar nikah”. Ucap Mrs. Nam dengan sedikit bercanda.
“Nde eomma, besokpun aku siap menikah dengannya”. Jawab Woohyun asal. Mr. Nam dan Boohyun hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Woohyun. Dan Sunggyu semakin menenggelamkan kepalanya didada Woohyun karena terlalu malu menghadapi setiap godaan ibu mertuanya itu.

~~~~ the end ~~~~

AN : akhirnya, the end.. terima kasih buat yang sudah mau membaca sampai akhir. Jangan lupa beri komentar yak.. atau gak like aja juga gak apa-apa. Kalau gak mau dua-duanya juga gak maksa #asahgolok... sekali lagi, jeongmal gomawo... #depBow

Google Search