Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juni 2014

Takut Menjadi Gila




Cerpen yang berjudul Anak Orang Gila karya M. Shoim Anwar ini bercerita tentang seorang pria yang takut dengan hal-hal yang menurut saya tidak terlalu penting untuk dipikirkan. Penyakit kejiwaan itu terjadi dengan adanya beberapa faktor dan salah satu faktor yang dapat menimbulkan penyakit kejiwaan adalah terlalu pusing memikirkan sesuatu dengan sangat keras. Seperti yang terjadi dalam cerpen ini. Pada saat istrinya Rani sedang hamil anak pertamanya, Ia takut jika pada saat anak mereka lahir, kelak akan tumbuh menjadi anak gila, seperti kakek sang istri yang mempunyai riwayat hidup menjadi orang gila. Terbukti pada kutipan sebagai berikut.
Saya memilih anak saya mati atau tak punya anak dari pada punya anak tapi gila”. (2014:115).
Pria itu sangat takut jika kelak anaknya tumbuh menjadi gila. Ia mencoba melakukan segala cara untuk membunuh bayi yang ada didalam kandungan istrinya. Supaya anak itu tidak lahir didunia. Karena kelak anak itu akan membuat malu dirinya. Pria itu menganggap bahwa gila adalah penyakit turunan.
Ketakutan lelaki itu makin bertambah, banyak informasi mengatakan jika penyakit gila itu timbul karena faktor turunan. Pria itu mempunyai pikiran yang sangat keji sekali kepada anak kandungnya sendiri. Bisa dibuktikan dengan kutipan sebagai berikut.
rencana selanjutnya pun timbul. Saya akan membujuk Rani agar dia mau minum obat penggugur kandungan yang telah saya beli secara diam-diam. Bila ia tak mau, ia akan saya ajak kerumah mbah Siti, dukun pijat yang pandai menggugurkan kandungan”. ( 2014 : 117 )
Tapi niat jahat itu tak jadi dilakukannya, karena ia sadar apa yang ada dipikirannya itu sangat berdosa sekali. Ia membunuh anak yang tidak berdosa. Seandainya saja niat itu terjadi, untuk apa ia harus bersikap seperti itu kepada anaknya?, belum tentu anaknya lahir menjadi anak gila. Itu semua bergantung dengan didikkan orang tua dan lingkungan disekelilingnya. Tidak mungkin anak itu gila hanya dengan sebab kakeknya gila. Sangat mustahil sekali.
Hingga pada suatu saat ia bersikap kasar kepada Rani, karena ia berfikir jika ia kasar kepada rani dengan cara membentak bahkan menampar istrinya yang tak bersalah itu, ia akan diceraikan oleh istrinya. Karena Rani tak sanggup hidup dengan suami yang suka kasar kepada wanita. Tapi ternyata, Rani semakin sabar saat suaminya marah kepadanya tanpa alasan yang jelas. Hingga ditampar pun tetap Rani mencoba sabar dan memohon maaf kepada suaminya, jika ia punya salah. Akhirnya suaminya pun luluh dengan sikap tegar dan sabar yang diperlihatkan oleh Rani. Pria itu sadar bahwa apa yang telah dilakukannya itu sangat salah. Bisa dibuktikkan dengan kutipan sebagai berikut.
            dengan perlakuan kasar itu Rani semakin menampakkan sebagai istri yang baik. Ia menurut apa saja perintah saya, semakin setia. Bila ia merasa kesakitan karena sikap kebinatangan saya, ia selalu menangis memeluk saya, merebah dipangkuan saya sambil merintih kesakitan dan tidak tahan. Ia bahkan minta saya bunuh sekalian biar mati bersama anak yang dikandungnya”. ( 2014 :117 )
            Pada saatnya tiba anak yang dikandung Rani pun lahir kedunia dengan selamat begitu pun juga Rani ia melahirkan dengan selamat. Pria itu semakin takut karena anaknya sudah lahir kedunia. Kelak anak itu akan tumbuh menjadi gila. Tapi ternyata semuanya berubah. Skenario Tuhan sangat tak bisa diduga. Pria itu sekarang menjadi ikut gila karena dia terlalu pusing memikirkan bagaimana agar anaknya tidak menjadi gila seperti kakeknya. Kutipannya sebagai berikut.
            hari-hari berikutnya, dibawah sebuah pohon, seorang lelaki dibelenggu dalam pasungan. Di sebelah kanannya, seorang perempuan menangisi sambil menggendong seorang anak yang tumbuh segar dan sehat. Dia sekarang menjadi gila seperti mertuanya..!!”. ( 2014 :120 )
            Secata keseluruhan, cerita ini memiliki amanat yang sangat baik bagi kita semua. Sebaiknya kita janganlah memiliki pikiran yang negatif terhadap sesuatu. Karena apa yang kita bayangkan atau pikirkan itu belum tentu benar akan terjadi. Semua bergantung pada bagaimana cara kita menjalani hidup ini.

Kamis, 19 Juni 2014

PELACUR DAN POLITIK




Puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta menggambarkan tentang bagaimana kebejatan para Pemimpin Negeri ini. Para pemimpin negeri yang seharusnya menjadi pimpinan yang baik namun dalam kenyataannya malah sebaliknya. Mereka menapakkan wajah yang baik di luar namun jelek di dalamnya. Meskipun tidak semua pemimpin seperti mereka terkadang malah melakukan  hal-hal yang merugikan rakyat (korupsi, judi, pelacuran. dll). Seperti dalam bait 6:

Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna

Puisi ini juga yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan. Dengan kekuasaan yang dimilikinya, para pejabat melecehkan para kaum pelacur, dengan keji dan hina, tapi disamping itu mereka juga menggerayai hingga merasakan tubuh seorang pelacur. Tidak hanya semalam saja tapi juga mungkin tiap malam mereka merasakan kemolekkan tubuh seorang pelacur. Mereka melakukan tindak seksualitas tanpa menghiraukan ketentuan hukum, agama hingga moral masyarakat. Di sini pengarang memprotes perbuatan keji para pejabat, yang merendahkan derajat wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi dijadikan sebagai pelacur. Perhatikan kutipan dari sajak berikut:


Sarinah
Katakan kepada mereka
bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
tentang perjuangan nusa bangsa
dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
ia sebut kau inspirasi revolusi
sambil ia buka kutangmu
Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya
Kritik pada puisi ini mempotret penderitaan manusia apalagi seorang pelacur. Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak hati-hati dan sebagainya. Keadaan yang demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan. Puisi ini benar-benar mampu membuka mata kita terhadap aspek lain akan pelacuran di negara ini. Dunia ini penuh dengan manusia yang keji hingga para pejabat pun ikut merendahkan harga dirinya. Apakah mereka tidak malu dengan jabatan yang mereka duduki saat ini?, dan kalau sudah begini apa mereka pantas menjabat sebagai wakil rakyat yang kerjanya hanya menikmati uang rakyat dan bersetubuh dengan pelacur?. Jika sudah ketahuan bersalah, mereka hanya bisa menuduh orang sana sini, tidak ingin bertanggung jawab tentang apa yang telah dilakukannya.


Lampiran
Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta
RENDRA

Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban
Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban

Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu

Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya
Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna
Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi  jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan
Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan darjat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan
Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.


Terjebak di Negeri Orang




Cerpen yang berjudul Gembritt Foury karya M. Shoim Anwar menceritakan kehidupan singkat seorang anak imigran yang bernama Gembritt Foury. Gembritt Foury merupakan keturunan campuran kulit putih dan kulit hitam. Kehidupan Gembritt sedari kecil sudah sangat memprihatinkan. Ibunya yang merupakan asli keturunan kulit hitam sering kali mengalami kejadian yang mengerikan akibat kelompok yang anti kulit hitam, untuk itu keluarga Gembritt sering sekali berpindah-pindah tempat.
Setelah menginjak dewasa, Gembritt mencoba untuk hidup mandiri dan tinggal di apartemennya sendiri. Dan saat itulah dia bertemu dengan pria Indonesia yang bernama Shoim Anwar. Setelah beberapa mereka berdua semakin dekat, mereka berdua terlihat sangat cocok apabila bersama.
Kondisi politik di Havana sangat mencekam saat ini. Terjadi pemberontakan besar-besaran yang dilakukan akibat menentang kepemimpinan seorang Fulgencio Batista maupun Gerardo Machado. Kehidupan politik memang sangat kejam. Mengorbankan masyarakat yang tidak bersalah, dengan cara menyiksa maupun membunuh.
Kepercayaan rakyat terhadap politik semakin menurun. Mereka merasa tidak mendapatkan keadilan atas apa yang ada di negara mereka. Para penguasa hanya mementingkan dirinya sendiri dan keluarga-keluarganya saja. Tidak sama sekali mementingkan rakyatnya. Pada awalnya saja mereka menebar janji akan mengangkat nasib rakyatnya, tapi nyatanya tidak seperti itu.
“Tentu saja! Mulanya berjanji akan menperjuangkan nasib rakyat. Tapi lama-lama rakyat diperas. Kekayaan negara diserap dan ditumpuk untuk anak cucunya dengan didirikan perusahaan dimana-mana. Pemimpin ini memberikan jabatan-jabatan penting pada segenap keluarga, kendati sebenarnya tidak becus. Mereka membentuk jaringan-jaringan politis dan ekonomis. Aku takut penggantinya nanti juga demikian...”
Seperti kutipan di atas, sebenarnya tidak hanya di satu negara tertentu mengalami hal seperti itu. di setiap negara pasti mengalami hal seperti itu. meskipun mereka belum sampai melakukan suatu pemberontakan dalam skala yang sangat besar.
Jadi mereka lebih suka ditakuti daripada dihormati?
Yes, it’s right!
Terlihat dari kutipan di atas, bahwa para penguasa memposisikan dirinya begitu hebat dan memiliki posisi yang kuat. Mereka mencoba membangun diri sebagai seorang yang ditakuti oleh orang lain. Apabila sesuatu yang diinginkannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, tidak segan-segan mereka melakukan suatu kekerasan demi memuaskan rasa kesalnya. Mereka sudah melupakan bagaimana menjadi seseorang yang patutnya harus dihormati oleh orang lain.
Gembritt dan Shoim Anwar disetiap pertemuan sering membicarakan hal-hal tentang politik yang sedang memanas di daerah tempat tinggal mereka saat ini. Sebenarnya meskipun mereka berdua dekat, tetapi Shoim Anwar terkadang masih tidak memahami diri Gembritt. Dia tidak tahu apa yang dilakukan Gembritt. Sepertinya Gembritt menutupi sesuatu dari Shoim Anwar. Mungkin tentang kegiatan yang selama ini dilakukannya. Tidak menutup kemungkinan bahwa Gembritt terlibat dalam aksi pemberontakan terhadap kepemimpinan Fulgencio Batista dan Gerardo Machano.
Secara kebetulan, dua jam setelah itu, saya kembali melewati jalan tempat berjumpa dengan Gembritt tadi. Ternyata di halaman gedung yang dimasuki Gembritt tadi baru saja terjadi ledakan bom. Beberapa mobil rusak berat dan bagian depan gedung babak belur. Adakah hubungan meledaknya bom ini dengan Gembritt?.
Kutipan di atas dapat menjelaskan bahwa mungkin ada keterlibatan antara Gembritt dan meledaknya bom di gedung itu. Banyak hal-hal yang dapat menyudutkan siapa Gembritt sebenarnya. Kalaupun dia hanya rakyat biasa yang tidak ikut serta dalam aksi pemberontakan, tidak mungkin pada saat malam setelah aksi pengeboman itu, telepon apartemen Gembritt selalu berdering dan si penelepon tidak mengeluarkan suara sama sekali. Gembritt serasa diteror oleh seseorang.
Malam itu telepon di kamar Gembritt terus berdering tiap tiga menit sekali. Tapi penelponnya tak juga mau berbicara. Tampaknya ia cuma main-main, atau sengaja menteror barangkali. Kejadian ini berlangsung sekitar setengah jam.
Mungkin bukan kehendak Gembritt melakukan hal itu, mungkin juga Gembritt melakukannya karena diancam oleh seseorang. Tidak akan ada yang mengetahui motif Gembritt melakukannya kalau bukan Gembritt sendiri yang memberitahukannya.
Waktu terus berjalan dan keadaan di Kuba semakin mencekam. Para korban juga sudah mulai banyak yang berjatuhan. Politik sungguh mengerikan. Kekuasaan benar-benar mampu membuat orang-orang menjadi gila. Mereka haus akan kekuasaan. Rakyat yang tidak tahu menahu menjadi korbannya.
Shoim Anwar sudah beberapa hari tidak bertemu dengan Gembritt, karena ingin mengetahui kabar sang teman, dirinya berencana mengunjungi apartemen Gembritt. Karena dia memiliki kunci kamar Gembritt, akhirnya dia membuka pintu kamar Gembritt yang ta kunjung terbuka. Betapa terkejutnya kalau temannya ditemukannya sudah tidak bernyawa.

Akhirnya keinginan saya menjadi kuat untuk segera membuka pintu itu. Sya pun segera menusukkan kunci ke lubangnya. Dan rontoklah jantung saya seketika: glaaar! Saya terkejut alang kepalang. Saya melihat Gembritt terkapar di lantai. Tampak darah berceceran  dan sudah mulai mengering.tampaknya darah itu bekas mengalir dari dadanya. Saya bergetar dan amat takut untuk mendekat dan menyentuhnya. Saya menatap sekeliling. Ternyata semua jendela tertutup rapi dari dalam. Tidak ada tanda-tanda kerusakan. Pun tidak ada tanda-tanda dia mati bunuh diri dengan benda tajam. Kulihat mulut Gembritt menganga dan menakutkan.
Kmantian Gembritt memang sangat mengejutkan Shoim Anwar. Dia bingung dengan keadaan yang terjadi. Gembritt pasti korban suatu pembunuhan, entah apa itu motifnya. Karena Shoim tidak ingin terlibat dengan permasalahan itu, dia meninggalkan mayat Gembritt. Seharusnya dia tidak boleh melakukan itu. setidaknya dia harus bersaksi terhadap apa yang terjadi di depan matanya. Meskipun dia tidak tahu tentang bagaimana kematian Gembritt terjadi.
Anda terlibat dalam pembunuhan Gembritt Foury di Hotel Ambos Mundos. Sekarang Anda harus ikut kami untuk dimintai keterangan!
Pihak kepolisian malah menangkap Shoim Anwar karena dirinya dianggap sebagai pembunuh Gembritt. Kalau saja Shoim tidak meninggalkan mayat Gembritt begitu saja, mungkin saja dia tidak akan dituduh sebagai pembunuh. Kalau dirinya melarikan diri, malah seolah-olah dirinya adalah pembunuh Gembritt.
Secara keseluruhan, cerita pendek ini sangat menarik, mengingat cerpen ini mengangkat kisruh politik yang terjadi di negara Kuba. Negara yang sangat kaya, namun karena kekayaannya, banyak para penguasa saling berebut posisi demi memperkaya dirinya. Memperalat rakyat demi mencapai tujuan yang menguntungkan dirinya. Dan juga dalam cerpen ini diceritakan bagaimana pentingnya dalam memilih seorang teman apalagi di negeri orang. Tidak semua orang memiliki watak yang baik. 

Kamis, 22 Mei 2014

Masa Lalu Hanyalah Sebuah Kenangan




Dalam membuat sebuah karya sastra, kita pastinya membutuhkan suatu kekreatifan dan daya imajinasi yang tinggi. Kita bisa mengeksperikan apapun ide-ide yang ada di kepala kita. Tidak ada batasan sama sekali dalam menuliskan sebuah karya sastra. Kita bisa dengan bebas menggunakan berbagai bentuk gaya bahasa dalam menuangkan ide-ide kita, kita bisa bebas menggunakan bentuk-bentuk perumpamaan dalam karya sastra yang kita buat. Hal ini tentu saja demi memperindah karya sastra yang sedang kita tulis.

Dalam cerpen karya M. Shoim Anwar yang berjudul "Surat Terakhir" yang menceritakan tentang sebuah kenangan masa lalu seorang pria terhadap sang mantan kekasih. Meskipun sang pria sudah berkeluarga, tapi perasaannya terhadap sang mantan kekasih masih ada. Hal ini yang menyebabkan muncullah konflik antara sang pria dengan istrinya. Surat-surat maupun foto sang mantan kekasih di masa lalunya masih tersimpan dengan baik. Sesekali dilihatnya dengan seksama untuk mengenang bagaimana kisah cintanya di masa lalu.

Kutepuk-tepuk punggungnya. Dia tertidur. Setelah itu kubaca surat-surat Susmia yang lain. Semua sudah lusuh, bahkan jejak lipatan-lipatan surat itu ada yang hampir putus karena terlalu sering dibuka dan dilipat.
Foto Susmia pun aku lihat, aku amati bagian demi bagian. Terakhir, kucium foto itu, seperti aku mencium Susmia lima belas tahun lampau.

Dalam kutipan di atas, Si pria tidak bisa melupakan mantan kekasihnya karena dia adalah cinta pertamanya. Keegoisan dan ketidaklapangan si pria dalam melepaskan masa lalunya membuatnya lupa dengan kehidupannya sekarang yang sudah sangat jelas menjadi seorang suami dan juga ayah dari anaknya. Bahkan di saat anaknya tertidur di sampingnya pun dia masih sempat-sempatnya membaca kembali bahkan sampai mencium foto sang mantan kekasih.

Bayangan akan masa lalunya bersama Susmia terkadang masih mendatangi dirinya. Dan pada saat dia merasakan kerinduannya terhadap Susmia, dia selalu membaca kembali surat-surat dari Susmia dan melihat foto Susmia. Hingga akhirnya sang istri menemukan surat dan foto Susmia yang disimpannya.

"Anakmu sudah dua! Pakai surat-suratan segala. Nyimpan foto lagi!"
"Surat apa?"
"Ini" istriku menunjukkan setumpuk surat dan foto dari balik punggungnya. "Ngaku nggak!"
"Lihat tanggalnya. Ini surat ketika aku masih bujangan dulu."
"Sama saja!"

Dari kutipan di atas, sang istri menjad geram karena tingkah suaminya. Sang istri mengira sang suami berselingkuh. Bagaimana sang istri tidak berpikiran seperti itu kalau suaminya masih menyimpan surat bahkan foto dari mantan kekasihnya dahulu. Setidaknya suami harus memperhatikan perasaan sang istri juga.

"Dengarkan," aku memotong, "itu adalah masa laluku. Aku punya hak untuk mengenangnya. Kamu tak boleh merampas."
"Itu namanya kamu egois. Pantas saja nama perempuan itu sering kau sebut dalam tidurmu!"

Kutipan di atas menunjukkan bagaimana sikap egois Pria. Seharusnya dia harus mampu melepaskan masa lalunya demi sang istri. Tidak sepantasnya si Pria malah memarahi balik sang istri karena hal itu. Sang istri berhak marah karena sang suami tidak bisa melupakan sang mantan kekasih. Sebagai seorang istri pasti dia merasa sakit hati karena suaminya masih menyimpan surt bahkan foto mantan kekasihnya.

Dengan cepat istriku mendorong tubuhku. Karena kalah posisi, aku jatuh terjengkang ke pinggir dipan. Kepalaku tertatap tembok. Sementara istriku berbalik meninggalkan tempat ini. Kepalaku teras pusing dan berat. Tapi aku cepat-cepat bangkit. Aku ingin menguntit, kemana surat-surt dan foto itu dibawa. Dalam hatiku berdoa, "Semoga istriku tidak membakar surat-surat dan foto Susmia itu."

Bahkan saat sang istri marah besar dan sampai membuat si pria kesakitan karena dorongan istri, si pria masih sempat berharap agar sang istri tidak membakar surat dan foto Susmia. Si pria seakan tidak peduli dan tidak peka sama sekali dengan sikap sang istri, masa lalu sudah mendominasi pikirannya. Seakan kemarahan sang istri tidak begitu penting di dala pikrannya dibandingkan dengam Susmia.

Masa lalu memang bagian terpenting dalam perjalanan hidup setiap orang. Mengenang masa lalu juga tidak selalu salah, namun setidaknya kita harus bisa memposiskan diri dalam kehidupan kita saat ini maupun untuk kedepannya. Kita harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang kita hadapi sekarang. Kita harus menjaga perasaan seseorang yang menjadi bagian dalam hidup kita saat ini, jangan selalu melihat ke masa lalu. Karena masa lalu hanyalah sebuah kenangan yang hanya ada dalam benak kita dan masa depan adalah sebuah kenyataan yang akan kita jalani.

Kamis, 17 April 2014

KEMATIAN PASTI DATANG TANPA PERLU DITUNGGU


Ketika kita mengalami suatu peristiwa yang menyenangkan, menyedihkan, bahkan sampai yang memalukan dan memilukan, kita bisa menciptakan suatu karya sastra dari peristiwa tersebut, namun kita juga harus menambahkannya dengan hal-hal yang dapat membuat karya sastra tersebut memiliki nilai estetika yang tinggi.
Dalam membuat sebuah karya sastra, kita pastinya membutuhkan suatu kekreatifan dan daya imajinasi yang tinggi. Kita bisa mengeksperikan apapun ide-ide yang ada di kepala kita. Tidak ada batasan sama sekali dalam menuliskan sebuah karya sastra. Kita bisa dengan bebas menggunakan berbagai bentuk gaya bahasa dalam menuangkan ide-ide kita, kita bisa bebas menggunakan bentuk-bentuk perumpamaan dalam karya sastra yang kita buat. Hal ini tentu saja demi memperindah karya sastra yang sedang kita tulis.
Seperti dalam cerpen karya M. Shoim Anwar yang berjudul “Kutunggu di Jarwal’ yang menceritakan sebuah penantian. Penantian yang dilakukan seorang pria tua di tanah suci. Pria tua ini sedang menunggu kematiannya. Dia menginginkan kematian di tanah yang suci. Pria tua ini semasa muda, bekerja sebagai seorang penegak hukum, selalu berpindah-pindah tugas yang mengakibatkan dirinya selalu jauh dari istri dan anaknya.
Gaji resmi yang diterimanya tidak mencukupi kehidupan keluarganya. Namun, karena pekerjaannya, terkadang dia mendapatkan uang lebih maupun sesuatu dari seseorang yang membutuhkan bantuannya dalam menjalani suatu  perkara hukum.
... gaji resmi tentu saja tak mencukupi. Sementara setiap bulan istri dan lima anak meminta kiriman. Secara jujur, gajiku sebenarnya habis untuk beli rokok, sehari menghabiskan dua hingga tiga pak rokok kretek berharga mahal. Akulah sang perokok berat itu. tapi nyatanya, kami semua bisa hidup serba berkecukupan. Pangan, papan, sandang, kendaraan, hiburan, dan berbagai kebutuhan hidup dapat terpenuhi secara layak. Tamu-tamu yang datang selalu membawa kesenangan. Kau pasti bisa menebak, jalan apa yang aku tempuh dahulu.
Dari kutipan di atas, menjelaskan bahwa sewaktu bekerja dulu, sang pria ini selalu melakukan sesuatu yang diluar jalan yang sebenarnya. Dia tidak bisa bersikap jujur dengan pekerjaannya. Dia sudah berbuat hal yang sudah melanggar sumpahnya menjadi seorang penegak hukum.
Kami, tiga hakim dan seorang jaksa saat itu, yang biasanya dengan santai dan kelakar saling membantu menyusun skenario untuk disandiwarakan saat sidang karena pihak yang berperkara sudah menyatakan “minta tolong”, kini harus super hati-hati.
Dari kutipan di atas, sudah dengan jelas terbukti bahwa di dalam cerpen tersebut diceritakan bahwa sebuah lembaga hukum tidak menjalankan tugasnya dengan benar. Mereka melakukan tindakan kerjasama untuk membantu pihak yang berperkara, yang pasti karena embel-embel uang yang banyak.
Kehidupan kelam yang dialami pria itu akhirnya berakhir setelah dirinya pensiun. Dia tahu bahwa perbuatan di masa mudanya sangatlah kelam. Dia berusaha untuk menebus segala kesalahannya dengan cara datang ke tanah suci. Dia senantiasa berdoa meminta pengampunan sambil menunggu ajal menjemputnya.
Saat di Jarwal, pria ini bertemu dengan seorang TKI yang meminta bantuannya. TKI yang bernama Ina ini meminta dia untuk menikahkahnnya dengan seorang lelaki berkebangsaan Bangladesh. Ina mengatakan hanya dengan menikah, dirinya bisa terbebas dari kukungan majikannya yang selalu memintanya melakukan hubungan suami istri.
Namun, sang pria tidak mengindahkan permintaan Ina karena Ina sudah memiliki seorang suami di Indonensia. Berbagai cara sudah dilakukan Ina, namun si pria tetap kukuh dan tidak mau membantu. Hingga suatu saat, sang pria ingin pergi ke tempat suci, dia merasa kalau dia sudah mendekati ajal, dia ingin meninggal di tempat suci.
Kejiwaan yang dialami sang pria sudah sangat tidak rasional, bagaimana bisa kita mengetahui kalau ajal akan mendatangi kita. Dia berhalusinasi, dia membayangkan sosok lelaki dan perempuan yangberjalan dibelakangnya sebagai malaikat pencabut nyawa yang sedang menyamar sebagai orang yang dia kenal.
Terbukti dalam kutipan berikut:
Entah berapa lama aku terpuruk di ceruk sempit itu. selimut di badan terasa basah. Aku menggigil. Malaikat pengintai yang berwujud Ina tadi telah menghilang. Meski begitu, bayangannya masih menempel di ceruk-ceruk gedung. Aku mencoba bangkit, tak ingin mati di ceruk sempit dan pesing ini
Keinginannya untuk meninggal di tempat suci sangatlah besar dan membuat kejiwaannya sedikit terguncang. Sudah beberapa hari dia bermalam di tempat suci namun Tuhan masih belum juga mengambil nyawanya. Keingininan kembali ke bilik penginapan muncul dan akhirnya dia kembali ke bilik penginapan.
Di tengah erjalanan, dia melihat polisi yang sedang coretan di tanah untuk mengidentifikasi kejadian yang baru saja terjadi. Kejadian seseorang yang terjatuh dari tangga lantai atas dan menyebabkannya meninggal. Dia menganggap yang meninggal adalah Ina. Dia merasa bersalah kepada Ina karena tidak menolongnya.
Di dalam pikiran pria itu sudah tersetting bahwa dia datang ke Jarwal hanya untuk mati. Mati di tempat yang menurutnya suci. Meskipun kematian tidak tahu kapan datangnya, tapi dia tetap akan menunggunya.

Google Search